Minggu, 04 Juli 2010

KONTAMINASI BAKTERI COLIFORM PADA AIR ES YANG DIGUNAKAN OLEH PEDAGANG KAKI LIMA DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS JEMBER

(Terpublikasi dalam Jurnal Biomedis Vol 1 No 1 Juni 2007)

M. Ali Shodikin *

ABSTRACT

The presence of Coliform bacteria in the water was indicate the water contaminated by fecal material. To evaluate the presence of Coliform bacteria in the ice water which used by informal food seller around the campus of Jember University, the “Bacteriologic water study” was done. This study use Qualitative approach with 3 stages: Presumptive Test: 3 3 3 tube method to count the Most Probable Number (MPN) of Coliform bacteria, then Confirmed Test: cultivate the positive result on Presumptive Test to the Eosin Metilen Blue (EMB) Agar, and finally Completed Test: the colony stained by Gram’s staining. Results of this study, all the ice water sample (100%) had MPN Coliform bacteria more than 0 / 100 ml, grew well on EMB Agar, Gram’s negative stained, rod bacteria (Bacillus) and non spore forming. Conclusion, all of the ice water sample were contaminated by Coliform bacteria.

Key words: Coliform bacteria, contamination, ice water.

* Lecturer in Microbiology Department, Medical Faculty of Jember University.

PENDAHULUAN

Air minum yang sehat dan aman dikonsumsi oleh manusia harus memenuhi persyaratan yang meliputi syarat fisik, kimia, radioaktivitas dan biologis. Agar terhindar dari penyakit – penyakit yang ditularkan melalui air (water borne diseases), maka air minum harus tidak mengandung mikroba pathogen1. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui air diantarannya adalah Disentri, Demam tifoid, Cholera dan Hepatitis. 2 Mikroba pathogen yang sering terdapat di dalam air minum adalah mikroba yang berasal dari kontaminasi bahan fecal (feces / tinja), misalnya bakteri Shigella, Salmonella, Vibrio dan virus Hepatitis A. Tiga tahun terahir ini, banyak mahasiswa Universitas Jember yang menderita penyakit Hepatitis A. Penyakit ini meskipun tingkat kematiannya (mortalitas) rendah namun tingkat kesakitannya (morbiditas) tinggi. Penyakit ini mudah menular dan sering menjadi wabah di suatu wilayah. Penularannya melalui jalur fecal - oral, sehingga mudah mewabah bila air yang dikonsumsi tercemar material fecal yang mengandung virus Hepatitis.

Jumlah mikroba pathogen sangat sedikit sehingga sulit bila digunakan sebagai indikator keberadaannya di dalam air. Sebagai alternatif, keberadaan bakteri yang berasal dari feces yang jumlahnya banyak digunakan sebagai indikator keberadaan mikroba pathogen di dalam air. Bakteri yang digunakan sebagai indikator adalah bakteri Coliform. Keberadaan bakteri Coliform dalam air menunjukkan telah terjadi pencemaran oleh material fecal pada air tersebut. Bakteri coliform didefinisikan sebagai bakteri berbentuk batang, Gram negatif, non spora, fakultatif anaerob, memfermentasi laktosa, menghasilkan asam dan gas. Ciri-ciri diatas adalah sebagian dari petanda bakteri Escerecia coli (E. coli) dan Enterobacter aerogenosa (E. aergenosa).3

Di sekitar kampus Universitas Jember, Jawa Timur, terdapat banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjual makanan dan minuman untuk mahasiswa. Es merupakan bahan yang sering digunakan untuk campuran minuman, untuk mendinginkan dan menambah kesegaran minuman yang dijualnya. Sering air es yang digunakan berasal dari sumber air yang terkontaminasi dan belum direbus. Kondisi ini menimbulkan permasalahan, yaitu apakah ada kontaminasi bakteri coliform pada air es yang digunakan oleh Pedagang Kaki Lima di sekitar kampus Universitas Jember ?

METODE PENELITIAN

Untuk mengetahui adanya kontaminasi bakteri coliform pada air es yang digunakan oleh PKL di sekitar kampus Universitas Jember maka dilakukan penelitian ini yang merupakan penelitian cross sectional. Penelitian bakteriologis air dengan menggunakan metode tabung majemuk (Multiple Tube Method)3. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan secara kualitatif dengan 3 macam tahapan tes, yaitu :

1. Presumptive Test ( Uji Penduga )

Pada tes ini menggunakan deretan tabung yang terdiri dari 9 tabung. Deret tabung pertama terdiri dari 3 tabung yang berisi 10 ml media Laktosa cair, pada masing - masing tabung di isi 10 ml sampel air es. Deret tabung kedua terdiri dari 3 tabung yang berisi 5 ml media Laktosa cair, pada masing - masing tabung di isi 1ml sampel air es. Deret tabung ketiga terdiri dari 3 tabung yang berisi 5 ml media Laktosa cair, pada masing - masing tabung di isi 0,1ml sampel air es.

Kemudian semua tabung diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Bila setelah inkubasi didapatkan gas di dalam tabung Durham yang ada di dalam setiap tabung reaksi, maka diduga telah positif terjadi kontaminasi bakteri coliform pada air sampel.3 Hasil inkubasi dari sederet tabung ini selanjutnya digunakan untuk menentukan Most Probable Number (MPN) atau Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT) dari bakteri coliform / 100ml air. Untuk menentukan MPN, hasil inkubasi yang positif dicocokkan dengan tabel.1.

Tabel 1. Menentukan MPN, Metode Tabung Majemuk (Multiple Tube Test)

NUMBER OF TUBES GIVING POSITIVE REACTION OUT OF

MPN Index per 100 ml

95 PERCENT CONFIDENCE LIMIT

3 of 10ml each

3 of 1ml each

3 of 0.1ml each

Lower

Upper

0

0

1

3

<>

9

0

1

0

3

<>

13

1

0

0

4

<>

20

1

0

1

7

1

21

1

1

0

7

1

23

1

1

1

11

3

36

1

2

0

11

3

36

2

0

0

9

1

36

2

0

1

14

3

37

2

1

0

15

3

44

2

1

1

20

7

89

2

2

0

21

4

47

2

2

1

28

10

150

3

0

0

23

4

120

3

0

1

39

7

130

3

0

2

64

15

380

3

1

0

43

7

210

3

1

1

75

14

230

3

1

2

120

30

380

3

2

0

93

15

380

3

2

1

150

30

440

3

2

2

210

35

470

3

3

0

240

36

1300

3

3

1

400

71

2400

3

3

2

1100

150

4800

2. Comfirmed Test (Uji Konfirmasi)

Pada uji ini dilakukan inokulasi kuman dari tabung yang positif menghasilkan gas (pada Presumptive Test) ke media Eosin Methilen Blue (EMB) Agar. Penanaman ke media EMB Agar bertujuan untuk mengetahui apakah bakteri yang menghasilkan gas pada Tes Presumptive adalah bakteri E.coli atau bakteri Coliform lainnya.3 Media EMB Agar merupakan media spesifik untuk E. coli. Pada media EMB Agar bakteri coliform akan tumbuh dengan ciri koloni kecil dan warna gelap ditengahnya. Apabila tumbuh koloni dengan penampakan “Metalic Green Shen” maka itu adalah ciri khas koloni bakteri E.coli.

3. Completed Test (Uji Lengkap)

Pada uji ini dilakukan penanaman bakteri dari koloni di EMB Agar ke media Nutrient Agar dan dilakukan pewarnaan Gram. Uji ini untuk memastikan apakah bakteri yang tumbuh adalah bakteri berbentuk batang, Gram negatif, tidak berspora (yang merupakan ciri dari bakteri coliform).3 Namun pada penelitian ini langsung dilakukan pengecatan Gram tanpa menanam kuman pada media Nutrient Agar terlebih dahulu.

Sampel penelitian adalah air es yang digunakan oleh Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitar kampus Universitas Jember, Jawa Timur, didapatkan sebanyak 9 (sembilan) sampel. Penelitian dilakukan pada tanggal 27 – 30 September 2006, di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

HASIL

Tahapan pertama yaitu Presumptive Test (Uji Penduga), setelah inkubasi selama 24 jam maka hasil yang positif pada masing-masing deret tabung, dicocokkan dengan tabel.1 untuk menentukan MPN bakteri Coliform. Hasil Presumptive Test setelah inkubasi selama 24 jam pada suhu 37° C tampak seperti pada tabel 2 berikut ini:

Tabel 2. Hasil Presumptive Test (Uji Penduga)

SAMPEL AIR ES

DERET PERTAMA

DERET KEDUA

DERET KETIGA

MPN

10 ml

10 ml

10 ml

1 ml

1 ml

1 ml

0,1 ml

0,1 ml

0,1 ml

1

+

+

+

+

+

+

+

+

+

3

3

3

1100

2

+

+

+

+

-

+

-

-

-

3

2

0

93

3

+

+

+

+

+

+

+

+

+

3

3

3

1100

4

+

+

+

+

+

+

+

+

+

3

3

3

1100

5

+

+

+

+

+

+

+

-

+

3

3

2

1100

6

+

+

+

+

+

+

+

+

-

3

3

2

1100

7

+

+

+

+

+

+

+

+

+

3

3

3

1100

8

+

+

+

+

+

+

+

+

+

3

3

3

1100

9

+

+

+

+

+

+

+

+

-

3

3

2

1100

Ket : + = Ada gas di dalam tabung Durham yang ada di setiap tabung reaksi.

- = Tidak ada gas di dalam tabung Durham yang ada di setiap tabung reaksi.

Dari tabel 2 di atas tampak bahwa seluruh 9 sampel air (100%) MPN bakteri Coliformnya lebih dari 0 / 100ml, dengan rincian 8 sampel (88,9%) MPN bakteri Coliformnya 1100 / 100ml dan 1 sampel (11,1%) bakteri Coliformnya 93 / 100 ml. Kemudian pada tahapan kedua (Confirmed Test) didapatkan semua 9 sampel air es (100%) tumbuh pada media EMB Agar. Sebanyak 4 sampel air es (44,4%) tumbuh koloni ukuran kecil-kecil dengan warna hitam di tengahnya tanpa “Metalic green shen”, ini merupakan ciri koloni bakteri coliform yang bukan E.coli dan 5 sampel air es ( 55,6 % ) tumbuh koloni ukuran kecil-kecil dengan warna hitam di tengahnya pada media EMB Agar dengan penampakan “Metalic Green Shen” di sekitar koloni, yang merupakan ciri khas koloni bakteri E. coli. Seperti tampak pada tabel 3.

Tabel 3. Hasil Confirmed Test

Sampel air es

Pada media EMB

Metalic Green Shen

1

*

+

2

*

-

3

*

-

4

*

-

5

*

+

6

*

+

7

*

-

8

*

+

9

*

+

Ket:

* : Tumbuh koloni kecil-kecil dengan warna gelap ditengahnya

+ : Terdapat penampakan “Metalic Green Shen” pada koloni sebanyak 5 sampel (55,6%).

- : Tidak ada penampakan “Metalic Green Shen” pada koloni sebanyak 4 sampel (44,4%).

Selanjutnya pada tahap ketiga, Completed Test, setelah dilakukan pengecatan dengan cat Gram dan dilakukan pengamatan menggunakan mikroskop dengan pembesaran 1000 kali, didapatkan seluruh 9 sampel (100%), tampak ada bakteri berbentuk batang (bacillus), bersifat Gram negative dan tidak berspora, seperti pada tabel 4.

Tabel 4. Hasil pengecatan Gram ( pada Completed Test)

Sampel air es

Pengecatan Gram

Bentuk batang

(bacillus)

Spora

1

Negatif

+

-

2

Negatif

+

-

3

Negatif

+

-

4

Negatif

+

-

5

Negatif

+

-

6

Negatif

+

-

7

Negatif

+

-

8

Negatif

+

-

9

Negatif

+

-

Ket:

Negatif = Dengan pengecatan Gram, tampak bakteri berwarna merah

+ = Bakteri berbentuk batang (bacillus)

- = Tidak berspora

PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini pada tahap Presumptive Test seperti tampak pada tabel 1, sebagian besar deret tabung ternyata terjadi perubahan warna media Laktosa cair dari hijau menjadi kuning dan terdapat gas di dalam tabung Durham, hal ini menunjukkan telah terjadi fermentasi laktosa yang ada dalam media Laktosa cair oleh bakteri yang ada di dalam air es, sehingga menghasilkan asam dan gas.4,5 Semua sampel air es diduga telah terkontaminasi bakteri coliform, terlihat dari semua sampel (100%) ternyata MPN bakteri coliformnya > 0 / 100ml, dengan rincian 8 sampel (88,9%) MPN bakteri coliformnya 1100 / 100ml dan 1 sampel (11,1%) bakteri coliformnya 93 / 100 ml. Menurut standard WHO dan Departemen Kesehatan RI, air minum harus memiliki MPN 0 / 100 ml.

Kemudian dilanjutkan dengan tahap Confirmed Test, menunjukkan seluruh sampel air es (100%) tumbuh pada media EMB Agar, koloni keci-kecil dengan warna kehitaman di tengahnya, yang merupakan ciri koloni bakteri coliform.3 Hal ini menunjukkan semua sampel telah terkontaminasi oleh bakteri Coliform. Ada 4 sampel (44,4%) tumbuh koloni tanpa penampakan “Metalic Green Shen” dan 5 sampel (55,6%) tumbuh koloni dengan penampakan “Metalic Green Shene” yaitu penampakan hijau metalik disekitar koloni yang merupakan ciri khas koloni bakteri E. Coli.5 Artinya 55,6 % sampel air es telah terkontaminasi oleh bakteri Coliform spesies E.coli dan 44,4% sampel air es telah terkontaminasi oleh bakteri Coliform lainnya.

Hasil Completed Test menunjukkan semua koloni yang tumbuh pada EMB Agar (100%) setelah diwarnai dengan pengecatan Gram ditemukan bakteri berbentuk batang, warna merah (Gram negative) dan tidak berspora. Artinya seluruh sampel air es di dalamnya terdapat bakteri Coliform.

Hasil penelitian menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Coliform pada air es yang digunakan pada penelitian ini. Kontaminasi air es dapat berasal dari kontaminasi sumber air, misalnya dari sungai dan sumur yang berdekatan dengan septic tank. Dapat pula air es terkontaminasi pada proses pengiriman maupun proses penyajiannya.

KESIMPULAN

Pada semua tahap tampak ciri – ciri bakteri Coliform, pada tahap Presumptive Test tampak memfermentasi laktosa, menghasilkan asam dan gas dengan MPN lebih dari 0/100ml, pada tahap Confirmed Test tampak koloni kecil-kecil dengan warna hitam ditengahnya, pada tahap Completed Test tampak bakteri berbentuk batang, bersifat Gram negative dan tidak berspora. Dari serangkaian pemeriksaan bakteriologis di atas disimpulkan bahwa air es yang digunakan oleh Pedagang Kaki Lima di sekitar kampus Universitas Jember telah terkontaminasi bakteri Coliform sehingga tidak layak dikonsumsi.

SARAN

Untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit melalui air es yang digunakan oleh Pedagang Kaki Lima di sekitar kampus Universitas Jember, maka perlu dilakukan :

  1. Penelitian lebih lanjut untuk menemukan dari mana sumber kontaminasi bakteri Coliform pada air es yang digunakan oleh Pedagang Kaki Lima di sekitar kampus Universitas Jember tersebut, sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan yang tepat.
  2. Penyuluhan dan pendidikan kepada Pedagang Kaki Lima agar air yang akan digunakan untuk membuat es harus direbus terlebih dahulu sampai mendidih, agar bakteri yang ada di dalamnya mati. Dan juga pendidikan hygiene dan sanitasi ditempat berjualan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Tartakow, I.J and Voperian J.H: Foodborne and Waterborne Disease, The Avi Publishing Company. Inc, Most Port Connecticut, 1981.
  2. Noor, N.N : Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Rineka Cipta, Jakarta, 1997.
  3. Benson, H.J : Microbiological Application, Laboratory Manual in General Microbiology, 7th edition, Mc Graw Hill, Boston, 1998.
  4. Joklik, W.K: Zinsser Microbiology, 19thed, Prentice-Hall of South East Asia, Singapore, 1988.
  5. Brooks, G.F. et al: Jawetz, Melnick & Adelberg Mikrobiologi Kedokteran, edisi 15, EGC, Jakarta, 1996.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar